There is no such thing as a perfect parent. So just be a real one.
Sue Atkins

5 Alasan Mengapa Bunda Mudah Marah

author
Ruth Sinambela
Kamis, 4 Mei 2023 | 11:40 WIB
Mudah marah apabila tidak dicegah bisa memberi dampat tidak baik bagi si kecil maupun Bunda sendiri | Shutterstock

Marah merupakan salah satu emosi dasar manusia yang juga termasuk ke dalam emosi negatif. Meski demikian, karena emosi membantu manusia dalam memberikan makna ke dalam setiap peristiwa yang dilaluinya, maka emosi pun sebenarnya berguna, bahkan wajar sekali untuk dirasakan. Termasuk perasaan marah.

Selain itu, Bunda marah pasti ada sebabnya. Karena itulah yang perlu Bunda lakukan adalah menyadari dan mengenali alasan yang paling sering membuat Bunda marah dan hindari! Agar tak berdampak buruk bagi perkembangan anak.

Baca Juga: Pola Asuh Tanpa Marah-Marah, Mungkinkah?

Berikut ini beberapa alasan yang seringkali mudah menyulut amarah, Bun. Kenali dan ingat baik-baik ya, apa saja yang relate untuk Bunda, dan hindarilah sebisa mungkin.

Lelah

Merasa lelah sebenarnya merupakan hal yang wajar, Bun. Namun bukan berarti Bunda tidak bisa mencegahnya. Cobalah untuk menyusun dan menyelesaikan prioritas terlebih dahulu, agar Bunda tak merasa dikejar-kejar pekerjaan atau tanggung jawab lainnya.

Kesulitan, kewalahan, hingga kelelahan merupakan rasa yang seringkali menjadi alasan Bunda mudah marah | SHUTTERSTOCK

Buatlah to-do list yang akan membantu Bunda mengerjakan semuanya secara berurut dan tepat waktu. Dengan demikian Bunda bisa memiliki istirahat yang cukup dan menjalani segala tanggung jawab dengan semangat.

Cemas

Kurangi kecemasan, misalnya saat si kecil susah makan. Kebanyakan Bunda mungkin akan merasa cemas hingga akhirnya melampiaskan kecemasan tersebut pada anak dengan marah-marah. Karena itu, cobalah untuk meyakinkan diri sendiri kalau kecemasan yang berlebihan justru akan membawa dampak negatif untuk si kecil dan Bunda sendiri. 

Baca Juga: Tak Hanya Kurang Istirahat, 5 Hal Ini Bisa Bikin Bunda Mudah Lelah

Maka daripada cemas dan marah-marah, setiap kali Bunda tak bisa menghindarinya, katakan kepada diri sendiri untuk berhenti, dan lakukan lagi nanti.

Merasa tidak dicintai

Penting untuk membicarakan perasaan Bunda pada Ayah, ya. Memendam sendiri kesedihan justru akan membahayakan Bunda dan si kecil. Apalagi dengan terus menumpuk rasa sedih atau kecewa. Karena dengan demikian akan bisa menimbulkan perasaan tidak dicintai. 

Perasaan ini sangat berbahaya karena mungkin sekali menciptakan emosi-emosi negatif yang pada akhirnya hanya akan berakibat buruk untuk si kecil dan Bunda sendiri. Maka pastikan kalau Bunda selalu terpenuhi kebutuhannya untuk didengarkan, diberi support dan perhatian, juga waktu untuk menghabiskan waktu intim berdua, ya.

Butterfly hug dipercaya bisa mengatasi kemarahan dan kecemasan, Bun | Shutterstock

Merasa dihakimi

Yuk, bijak memilih yang baik untuk didengar dan menghindari yang seharusnya tidak didengar sama sekali. Hempaskan jauh-jauh komentar negatif yang hanya akan membuat Bunda stres dan marah-marah! Terkadang, kita tidak bisa mengontrol pendapat maupun komentar orang lain. Meski demikian, sangat mungkin bagi Bunda untuk menghindarinya! 

Berani mengambil langkah untuk pergi meninggalkan lingkungan atau pergaulan yang toxic adalah kuncinya.

Bosan

Merasa bosan dengan rutinitas merupakan hal yang wajar. Selain itu, Bunda bisa memilih untuk tetap aktif melakukan hobi atau pekerjaan yang Bunda sukai, meskipun dari rumah. 

Sekarang ini banyak kok kesempatan yang bisa didapat untuk menyibukkan diri sekaligus juga mendapat penghasilan tambahan! Banyak juga keuntungan yang bisa Bunda lakukan dengan bekerja dari rumah. Selain lebih punya banyak waktu dengan keluarga, tetap memiliki waktu untuk diri sendiri, juga tentunya kebutuhan untuk mengaktualisasi diri.

Baca Juga: 5 Hal yang Bikin Cemas New Mom Setelah Melahirkan Tapi Sebenarnya Hal Wajar

Banyak hal yang dapat membuat Bunda marah-marah pada si kecil. Namun dengan mengetahui penyebabnya, mulai dari yang terkecil hingga yang besar, dan mencari cara agar alasan-alasan tersebut tidak lagi mengganggu dan menyulut emosi Bunda, adalah hal yang wajib dilakukan demi kesehatan mental Bunda juga si kecil di rumah. Semangat!

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi