Too much love never spoils children. Children become spoiled when we substitute presents for presence.
Anthony Withman

Studi Mengungkapkan, Anak yang Cukup Tidur Memiliki IQ Lebih Tinggi

author
Ratih Sukma Pertiwi
Senin, 13 November 2023 | 10:00 WIB
Tidur yang cukup dan berkualitas memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. | Shutterstock

Tidur merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi perkembangan otak anak, Bun. Bagi si Kecil yang sedang berada di masa pertumbuhan, tidur bukan hanya sekadar istirahat, melainkan juga berperan penting dalam membentuk koneksi saraf untuk menciptakan fungsi kognitif yang optimal. 

Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa penelitian juga pendapat para ahli yang menyebutkan bahwa cukup tidur memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perkembangan otak anak. Salah satunya merupakan hasil penelitian yang dituliskan dalam Healthy Sleep Habits, Happy Child, and On Becoming Baby Wise oleh Gary Ezzo, dan Robert Bucknam. MD.

Penelitian yang mempelajari tentang kebiasaan tidur sehat pada anak ini menunjukkan bahwa anak yang tidur lebih lama terbukti memiliki rentang perhatian yang lebih panjang. Selain itu dalam setiap kelompok usia anak, anak yang memiliki IQ lebih tinggi biasanya tidur lebih lama. Selain itu, pola tidur yang sehat memengaruhi perkembangan syaraf dan dapat menjadi solusi yang tepat bagi pencegahan berbagai masalah perilaku dan proses belajar. 

Mau tahu manfaat apalagi yang bisa didapat si kecil dari tidur yang cukup dan berkualitas? Berikut manfaat penting lainnya!

Baca juga: Kurang Tidur Bikin Anak Gampang Sakit, Berapa Durasi Tidur Anak yang Ideal?

Ketika anak tertidur lelap, hormon pertumbuhan dilepaskan oleh tubuh dan terjadi perkembangan syaraf . | Shutterstock

Membentuk koneksi sel-sel saraf

Salah satu manfaat utama tidur yang cukup adalah untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan otak, Bun. Selama tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang penting untuk regenerasi sel-sel otak dan pembentukan koneksi antara sel-sel saraf. Hal ini berdampak pada kemampuan si kecil dalam belajar, memproses informasi, dan mengembangkan kemampuan kognitif lainnya. Bayangkan jika anak tidak mendapatkan cukup tidur, tentu proses-proses ini dapat terganggu dan berpotensi mempengaruhi perkembangan otak mereka. Sungguh rugi ya, Bunda.

Meningkatkan kemampuan memori

Tidur juga berperan dalam konsolidasi memori, Bun. Saat anak tidur, otaknya mengorganisir dan memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini artinya pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama aktivitas sehari-hari akan lebih mudah disimpan dan diakses oleh si kecil.

Sebaliknya jika tidur terganggu atau kurang, anak mungkin mengalami kesulitan dalam mengingat informasi penting sehingga untuk mengembangkan keterampilan belajar yang efektif akan menjadi sulit.

Baca juga: Rutin Tidur Siang Pengaruhi Kecerdasan Balita. Benar Nggak, ya?

Kesehatan mental

Gangguan tidur pada anak, seperti kurang tidur, tidur tidak nyenyak atau tidak berkualitas, juga dapat berdampak negatif pada suasana hati dan emosi mereka, Bun. Biasanya anak akan cenderung mudah marah, cemas, dan sulit mengatur emosi. Ini dapat mempengaruhi interaksi sosial dan berpengaruh pula pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi di sekolah.

Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon yang mempengaruhi suasana hati dan membantu anak mengatasi tantangan emosional dengan lebih baik, sehingga jauh dari stres. Dengan demikian perkembangan otaknya pun akan lebih optimal.

Saat kurang tidur anak menjadi lebih sensitif dan moody. | Shutterstock

Sayangnya, dalam era modern yang penuh dengan aktivitas dan penggunaan gadget, banyak anak cenderung mengorbankan waktu tidur untuk bermain gadget atau menyelesaikan tugas sekolah. 

Baca juga: Penyebab Anak Sulit Tidur dan Cara Mengatasinya

Bunda dan Ayah, maupun keluarga atau orang lain yang mengasuh si kecil perlu memahami bahwa tidur bukanlah hal yang dapat diabaikan. Sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan jumlah jam tidur yang sesuai dengan usia mereka. 

Menurut National Sleep Foundation, Amerika Serikat, jumlah tidur per hari yang dibutuhkan anak berdasarkan umurnya adalah 12-18 jam untuk bayi, 12-14 jam untuk balita umur 1-3 tahun, 11-13 jam untuk anak umur 3-5 tahun, dan 10-11 jam untuk anak umur 5-10 tahun. 

Atau sekitar 10-13 jam tidur untuk anak usia prasekolah, dan 9-11 jam tidur untuk anak usia sekolah dasar ya, Bunda.

Dengan memberikan perhatian pada pola tidur si kecil, artinya Bunda telah membantu mereka tumbuh menjadi individu yang cerdas, sehat secara emosional, dan siap menghadapi aktivitasnya sehari-hari.



Referensi: 

https://children.webmd.com/features/good-sound-sleep-for-children

https://www.klikdokter.com/ibu-anak/tips-parenting/tidur-bisa-meningkatkan-kecerdasan-anak-ini-faktanya

https://fk.ui.ac.id/infosehat/peran-tidur-dalam-mengoptimalkan-pertumbuhan-anak/

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi