Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas ialah bagian dari hati.
Susi Pudjiastuti

Do’s and Don’ts Penggunaan Sarung Tangan Bayi

author
Isna Triyono
Senin, 12 Agustus 2019 | 17:00 WIB
SHUTTERSTOCK |

Selain dibedong, bayi yang baru lahir juga biasanya dipakaikan sarung tangan.

Beberapa tujuan orangtua memakaikan sarung tangan pada bayi yang baru lahir, antara lain untuk menghindari kuku bayi melukai kulitnya sendiri atau menghangatkan tubuh sehabis mandi.

Namun, jangan asal memakaikan sarung tangan pada bayi lo. Karena bisa-bisa hal itu merugikan bayi itu sendiri, misalnya perkembangan syarafnya jadi terganggu.

Nah, supaya bayi kamu tidak mengalami hal tadi, yuk ketahui do’s and don’ts saat memakaikan sarung tangan pada bayi.

Baca juga: Tips Mengenalkan Es Krim Pertama Pada Bayi

Do’s

1. Pilih yang Terbuat dari Bahan Katun

Satu-satunya bahan kain yang nyaman untuk dipakaikan atau terkena kulit bayi adalah bahan katun. Jadi, meski banyak model sarung tangan bayi yang bagus dan menarik, tapi bukan terbuat dari bahan katun, sebaiknya hindari.

Misalnya sarung tangan dari bahan wol, bisa membuat kulit bayi kesulitan’ bernapas’ dan terasa panas. Hal itu pasti membuat bayi tidak nyaman.

2. Pakai Hanya Satu Minggu Pertama

Kekhawatiran orangtua kuku bayi bisa melukai kulitnya sendiri sangat bisa dimaklumi. Namun, sebaiknya pakaikan sarung tangan hanya pada satu minggu pertama setelah bayi lahir.

Selanjutnya, kamu bisa memotong kuku bayi saat sedang tidur agar mengurangi risiko kukunya menggores kulit bayi itu sendiri.

Baca juga: Ide Nama Bayi Laki-Laki Terinspirasi dari Superhero

Don’ts

1. Digunakan Sepanjang Hari

Bayi yang dipakaikan sarung tangan sepanjang hari, sensitivitas kulitnya tidak berkembang cukup baik. Syaraf sensoriknya tidak bisa merasakan tekstur lain, selain bahan sarung tangan.

2. Dipakai Saat Menyusui

Menyusui adalah proses yang sangat intim bagi ibu dan bayi. Selama menyusui, biarkan telapak tangan bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibunya.

3. Kondisi Lembab

Hindari pengunaan sarung tangan saat kondisi lembab. Hal itu bisa membuat bayi tidak nyaman, rewel, dan cenderung mudah ‘marah.’

4. Kondisi Terbangun

Saat bayi dalam kondisi terbangun, sebaiknya bayi tidak dipakaikan sarung tangan. Dengan begitu, kamu bisa melihat tanda-tanda bayi merasa lapar. Jika bayi menangis dan tangannya mengepal, itu artinya bayi lapar dan ingin menyusu. Sebaliknya, saat menyusui, ketika tangan bayi sudah lemas terbuka telapaknya, itu tanda bayi sudah puas menyusui.

Jika tangan bayi terus dibungkus sarung tangan, maka kamu akan kesulitan melihat tanda-tanda tadi.

 

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono