Being a parent has made me more open, more connected to myself, more happy, and more creative. I’m more discerning in what I do and how I do it. It’s just made me a better person all the way around.
Alicia Keys

Makanan Khas Imlek yang Penuh Makna dan Harapan

author
Ruth Sinambela
Selasa, 1 Februari 2022 | 11:13 WIB
Makanan Khas Imlek yang Sarat Makna | Shutterstock

Tahun Baru Imlek telah menjadi hari libur nasional sejak tahun 2003, Bun. Hingga kini, perayaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya, telah menjadi tradisi yang memeriahkan hari libur nasional ini.

Masyarakat yang merayakan biasanya akan beribadah di kuil, maupun tempat-tempat ibadah lainnya, sesuai dengan kepercayaan yang dianut, Bun. Selain itu, berkumpul dengan keluarga, menikmati makanan khas Imlek, hingga membagikan angpao, atau amplop berisi uang, dilakukan dengan berbagai makna yang menyertainya.

Apa saja ya, Bun makna yang dapat diambil dari berbagai tradisi perayaan Imlek di Indonesia. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2537, Tahunnya Macan Air

Angpao atau Hong Bao Diberikan pada Anak-anak Saat Imlek |

Angpao atau hong bao

Angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpao melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif. Angpao tidak pernah diberikan saat berduka dan hanya diberikan pada saat bahagia atau peristiwa gembira saja, Bun.

Selain saat Imlek, sebenarnya angpao juga dapat diberikan di waktu-waktu lain, seperti pada saat Pernikahan, maupun hari bahagia lainnya. Angpao diberikan kepada anak-anak untuk menjaga tradisi dan kebudayaan, Bun. Selain itu, juga sekaligus mengajarkan berbagi dan menabung pada anak-anak sejak dini.

Baca Juga: Bakso Ikan Untuk Imlek Ini Dijamin Enak Tanpa Pengenyal

Makanan khas imlek

Banyak sekali makanan khas Imlek yang disajikan setiap tahunnya oleh masyarakat yang ikut merayakan. Diantara berbagai makanan khas ini, ternyata setiap makanan ini memiliki makna yang berbeda-beda. 

  • Siu Mie. Melambangkan umur yang panjang, mi goreng ini harus disajikan tanpa terputus, Bun.
  • Kue keranjang. Melambangkan harapan agar keluarga dapat bersatu dan hidup rukun.
  • Yu sheng. Melambangkan keberuntungan. Sebelum memakannya, Yu sheng harus diangkat setinggi mungkin ya, Bun.
  • Bebek atau ayam. Dalam tradisi Cina, bebek atau ayam dianggap hewan yang serakah, Bun. Oleh karena itu, dengan memakannya saat Imlek, melambangkan agar kehidupan di tahun baru nantinya terhindar dari sifat-sifat buruk ayam atau bebek tersebut. Ayam atau bebek ini juga harus disajikan secara utuh ya, Bun.
  • Kue mangkok. Melambangkan keberuntungan.
  • Manisan dan permen. Memiliki makna sendiri-sendiri tergantung rasanya, Bun. Misalnya, permen melon melambangkan kesehatan, dan permen lengkeng melambangkan banyak anak.

Kue Keranjang, Kue Mangkok, Manisan, dan Permen, Merupakan Beberapa Jenis Kue Khas Imlek | Shutterstock

Masih banyak lagi makanan khas Imlek yang dapat Bunda temukan, dengan berbagai makna dan harapan baik yang terkandung di dalamnya. Tradisi yang turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang ini, sangat baik dilestarikan, sebagai harapan dan doa baik untuk masa mendatang ya, Bun. Selain itu, tentu indah sekali dapat merayakan Imlek sambil mengenang perayaan masa kecil lewat tradisi-tradisi ini.

Baca Juga: Yang Segar Buat Imlek: Mandarin Cake Pudding

Sekali lagi, Kanya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi Bunda yang merayakan, semoga segala harapan dan doa Bunda juga keluarga dapat tercapai, dan selalu sehat juga berbahagia, ya! Gong Xi Fat Chai!

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ruth Sinambela