When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

Wajib Nonton, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Film Keluarga Cemara 2, Bun!

author
Ruth Sinambela
Selasa, 28 Juni 2022 | 15:17 WIB
Keluarga Cemara 2 memberikan banyak pelajaran dan kehangatan | Visinema Picture

Film Keluarga Cemara 2 memberi kehangatan yang relate sekali dalam kehidupan keluarga, Bun. Kepolosan anak-anak, lewat akting Widuri sebagai Ara yang natural, pastinya akan kembali memukau Bunda dan keluarga, seperti saat menonton film pertamanya.

Belum lagi banyaknya pelajaran berharga yang bisa Bunda dapatkan saat menonton film ini. Lewat Abah dan Emak yang menjadi contoh nyata seringnya orang tua sibuk dengan dunianya masing-masing, hingga anak terkadang justru bersikap “lebih dewasa” dan “lebih pengertian” akan situasi orang tuanya, padahal hal itu tentu saja bukan tugas mereka sebagai seorang anak.

Baca Juga: Rekomendasi Film Keluarga untuk Liburan Akhir Tahun

Hingga diingatkannya orang tua untuk lebih “masuk” ke dalam pikiran dan dunia anak, agar bisa berempati dan mengerti apa yang mereka rasakan, dan meminta maaf ketika menyadari kesalahan. Bahwa anak-anak akan selalu terbuka dan memberikan maaf sebesar apa pun itu, secukup yang diperlukan oleh orang tua mereka.

Yuk, sama-sama belajar dan meng-upgrade lagi ilmu parenting Bunda dan Ayah, lewat nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini!

Ara yang tak mau ingkar janji

Lewat tokoh Ara, putri tengah Abah dan Emak, Bunda dan Ayah akan diingatkan lagi nih, pernahkah Bunda atau Ayah berjanji pada si kecil namun melupakannya karena terlalu sibuk dengan urusan lain? 

Harus diakui, terkadang orang tua bahkan menganggap janji yang terucap pada si kecil tidaklah sepenting janji yang diucapkan pada orang dewasa lainnya. Padahal sebaliknya, anak-anak justru cenderung mengingat dan menantikan janji dari kedua orang tuanya dengan sepenuh hati lho, Bun! Maka Bunda tentu dapat merasakan bagaimana perasaan mereka ketika janji yang mereka terima dari kedua orang tuanya diingkari?

Ara yang tak mau ingkar janji berusaha menepati janji kepada teman kecilnya |

Tokoh Abah yang akhirnya berhasil “memasuki” dunia Ara

Abah merupakan contoh seorang ayah yang karena memikul banyak beban di pundaknya, terkadang lupa untuk menganggap serius ucapan buah hatinya. Padahal, dengan memberikan sedikit waktu dan berusaha “masuk” pada pola pikir anaknya, Abah langsung mampu mengerti dan menyadari kesalahannya.

Meskipun begitu, Abah yang akhirnya menyadari kesalahannya, mau meminta maaf, meraih dan memeluk putri kecilnya, patut dicontoh oleh semua Ayah di Indonesia nih, Bun.

Baca Juga: 5 Tempat Glamping yang Seru Bareng Keluarga

Emak dan gadis remajanya, Euis

Hangat sekali ketika Emak bicara dari hati ke hati dengan gadis kecilnya yang telah memasuki fase remaja. Emak juga mampu mengerti dan meyakinkan diri juga suaminya, Abah, untuk menerima kehidupan Euis yang kini tentu telah berubah.

Berhasil menjadi orang tua yang dapat memposisikan diri dengan baik, tidak berlebihan, juga mau menjadi “teman” untuk anak remajanya, hingga membuat Euis merasa nyaman dan mau membuka diri, Emak merupakan contoh ibu yang modern, terbuka, dan hangat.

Emak, Abah, dan Agil

Tentu tak mudah menambah anggota keluarga, di saat hidup sedang dalam fase yang sulit ya, Bun. Namun Emak dan Abah memperlihatkan kalau kerja sama yang baik antara suami dan istri akan dapat meringankan beban juga membantu melewati kesulitan.

Tak semudah kedengarannya, juga bukannya tanpa hambatan ya, Bun. Karena konflik dan amarah, buah dari rasa lelah mungkin sekali akan ada. Namun hanya cinta yang besar, ketulusan, dan keinginan untuk mau membuang jauh-jauh sikap egois-lah, maka semua masalah akan dapat terselesaikan dengan baik.

Abah yang mau berusaha | Visinema Picture

Ara dan Euis yang harus “berpisah”

Sudah siapkah Bunda melihat si kecil tumbuh semakin besar, dan pada akhirnya meninggalkan rumah? Mungkin seperti itu pula yang dirasakan Ara, ketika harus berpisah kamar dengan sang kakak. Meski begitu, Ara yang pada akhirnya menerima keputusan tersebut, dengan dewasa dapat menjalani kesehariannya kok, Bun.

Ara mengajarkan Bunda dan Ayah nih, agar tak perlu khawatir ketika si kecil harus berpisah kamar atau berpisah tidur dengan Bunda, untuk tidur di kamar sendiri misalnya. Dengan pengertian dan membiasakan diri, si kecil akan dapat mengatur perasaannya sendiri dan belajar untuk menerima keadaan, bahkan akan sampai pada titik menikmatinya, Bun!

Baca Juga: Afirmasi Positif: Sangat Penting bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kisah Film Keluarga Cemara, ya. Mumpung masih dalam rangka mengisi libur sekolah, film ini sangat cocok untuk mengisi libur sekolah dan ditonton bersama seluruh anggota keluarga, lho! Selamat menonton.

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi